UAS Kimia
organik ii
Nama : Lisa Purnama
NIM : a1c112014
1. Jelaskan bagaimana terbentuknya ikatan
rangkap tiga pada lemak tak jenuh ?
Jawab
:
Asam
lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada
rantai hidrokarbonnya. Contohnya yaitu asam oleat :

Kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada lemak tak
jenuh dapat dilihat dari reaksi halogenasi berikut:

Reaksi
halogenasi merupakan proses
dimana pemasukan halogen ke dalam senyawa organik. Br – adalah nukleofil yang dapat menyerang c yang bermuatan positif
pada ikatan rangkap. Sehingga elekton pada karbon berpindah posisi sehingga
ikatan h terlepas dan berikatan dengan br yang lain. Sehingga terjadi reaksi
substitusi dan produknya karena reaksi halogenasi dapat berlangsung secara
adisi maupun subsitusi.
Ikatan rangkap 3pada asam lemak tak jenuh akan
terbentuk jika direaksikan oleh senyawa halogen yang besifat nukleofilik supaya salah satu dari ikatan hydrogen pada
ikatan rangkap dapat tersubstitusi dan atom h yang satunya dapat ditarik oleh
basa kuat dan menyebabkan gugus halide menjadi gugus pergi, dengan demikian
ketika basa kuat direaksikan dengan asam lemak tak jenuh maka ia akan menyerang
atom br sehingga akan terputus dan memungkinkan terbentuknya ikatan rangkap 3
dikarena iakatan pada br nya telah terputus dan terjadi pertumpangan. Disini
atom h yang terikat pada atm c akan mengalami ketidakstabilan karena atom c
akan stabil jika memiliki 4 tangan namun disini memiliki 5 tangan.sehingga
dengan demikianatom h akan di putuskan dan berikatan dengan h2o. Dan
terbentuklah ikatan rangkap
2. Bagaimana sabun dapat membersihkan
kotoran / pencucian dengan media bukan
air ? Atau pelarut bukan air ?
Jawab:
Deterjen
dan sabun digunakan sebagai pembersih karena air murni tidak dapat menghapus
atau menghilangkan kotoran pakaian/barang yang berminyak, atau terkena pengotor
organik lainnya. Sabun membersihkan dengan bertindak sebagai emulsi. Pada
dasarnya, sabun memungkinkan minyak dan air untuk bercampur sehingga kotoran
berminyak dapat dihilangkan selama pencucian. Deterjen kemudian dikembangkan
untuk mengatasi kekurangan lemak hewan dan sayuran yang digunakan untuk membuat
sabun selama perang dunia i dan perang dunia ii.
Deterjen
adalah surfaktan, yang dapat dihasilkan dengan mudah dari petrokimia. Surfaktan
menurunkan tegangan permukaan air, pada dasarnya membuatnya lebih basah
sehingga lebih mungkin untuk berinteraksi dengan minyak dan lemak. Deterjen
modern mengandung lebih dari sekedar surfaktan. Produk pembersih juga
mengandung enzim untuk mendegradasi protein berbasis noda, pemutih untuk
penghilang warna noda dan menambah daya agen pembersih, dan pewarna biru untuk
melawan penguningan.

Seperti
sabun, deterjen memiliki rantai molekul hidrofobik atau rantai molekul yg tidak
suka air dan komponen hidrofilik atau rantai molekul suka-air. Hidrokarbon
hidrofobik yang ditolak oleh air, tapi ditarik oleh minyak dan lemak. Dengan
kata lain berarti bahwa salah satu ujung molekul akan tertarik ke air,
sementara sisi lain mengikat minyak. Air bersabun yang mengelilinginya
(kotoran) memungkinkan sabun atau deterjen untuk menarik kotoran dari pakaian
atau piring dan masuk ke dalam air bilasan untuk selanjutnya dapat dipisahkan
Air
hangat atau panas mencairkan lemak dan minyak sehingga lebih mudah bagi sabun
atau deterjen untuk melarutkan kotoran dan menariknya ke dalam air bilasan.
Deterjen mirip dengan sabun, tapi mereka cenderung kurang untuk membentuk buih
dan tidak dipengaruhi oleh adanya mineral dalam air (air keras)
Deterjen
modern dapat dibuat dari petrokimia atau oleokimia yang berasal dari tumbuhan
dan hewan. Alkali dan agen pengoksidasi adalah juga bahan kimia yang ditemukan
dalam deterjen. berikut adalah fungsi molekul ini:
Petrokimia / oleokimia
Lemak
dan minyak adalah rantai hidrokarbon yang tertarik dengan kotoran berminyak dan
berminyak.
Pengoksidasi
belerang trioksida, etilen oksida, dan asam sulfat adalah salah satu molekul
yang digunakan untuk memproduksi komponen hidrofilik dari surfaktan. Pengoksidasi
menyediakan sumber energi untuk reaksi kimia. Senyawa ini sangat reaktif dan
juga bertindak sebagai pemutih.
Alkalis
kalium hidroksida dan natrium hidroksida digunakan dalam deterjen dan juga
digunakan dalam pembuatan sabun. Alkali-alkali itu bertindak menyediakan ion
yang bermuatan positif untuk mempromosikan reaksi kimia.
Air adalah molekul bersifat polar yang
terdapat ion h+ dan –
oh .sedangkan asam format adalah
suatu cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/menyengat, asam format dapat
larut sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzena, karbon tetra
klorida, toluena, serta tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana
dan oktana. Asam format, (l. Formica = semut). Kemudian aseton
larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter dan lain-lain .
Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik
serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya.
Kemungkinan pelarut
yang dapat digunakan untuk menggantikan air sebagai pelarut adalah aseton . Asam format juga dapat digunakan
tetapi berbahaya untuk kulit . Aseton
sering kali merupakan komponen utama (atau tunggal) dari cairan pelepas cat
kuku. Etil asetat pelarut organik lainnya, kadang-kadang juga digunakan. Aseton juga digunakan
sebagai pelepas lem super . Ia juga dapat
digunakan untuk mengencerkan dan membersihkan resin kaca serat dan epoksi. Ia
dapat melarutkan berbagai macam plastik dan serat sintetis.ia sangat baik
digunakan untuk mengencerkan resin kaca serat, membersihkan peralatan kaca
gelas, dan melarutkan resin epoksi dan lem super sebelum
mengeras.selain itu, aseton sangatlah efektif ketika digunakan sebagai cairan
pembersih dalam mengatasi tinta permanen. Aseton , juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon,
propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana. Pelarut -ini dapat digunakan
berdasarkan jenis kotoran yang menempel pada pakaian. Namun jika ada pelarut
yanh lebih mudah digunakan dengan harga
terjangkau dan tidak berbahaya lebih
baik kita menggunakan yang demikian saja.
3. Bagaimana kerja indra pengecap sehingga
cita rasa manis dapat dirasa manis ? Enzim apa yang mempengaruhi ? Contohnya
fruktosa.
Jawab
:
Pada
lidah terdapat rambut-rambut sensor menyembul dari sel-sel ke pori sentral
tunas pengecap . Pada bagian ini rambut-rambut sensori terendam dalam zat kimia yang terlarut dalam air ludah manusia . Air
ludah mengandung senyawa elektrolit dan beberapa enzim , lebih banyak yaitu
enzim amylase yang berfungsi pada hidrolisis karbohidrat . Zat-zat yang
terlarut dalam ludah itu akan dideteksi
oleh sensor ini sehingga dapat dibedakan baik itu manis, asam, asin maupun pahit.
Pada
lidah terdapat kemoreseptor yang dapat merespon rasa asin, asam pahit dan
manis. Kemoreseptor ini berfungsi untuk
menangkap rangsangan yang bersifat
senyawa kimia larut dalam air. Bagian – bagian lidah yang berfungsi sebagai
kemoreseptor adalah : bagian tepi depan
merasakan manis, belakang merasakan pahit, samping merasakan asam dan bagian
depan merasakan asin.

Agar
suatu zat terasakan zat tersebut harus larut dalam lelembapan mulut . Hanya dalam keadaan larutan zat itu dapat
menstimulasikan rasa. Lidah dilengkapi dengan serabut saraf-saraf sensorik yang
dilengkapi dengan ujung akhir , untuk mengumpulkan ransangan . Memang terlihat bahwa seolah-olah kita
mengecap dengan ujung saraf pada lidah.
Tetapi sebenarnya otak yang menilai semua perasaan itu. Di dalam mulut
ada kelenjar ludah atau kita sebut dengan air liur yaiut cairan bening yang
mengandung elektrolit, senyawa antibakteri, dan beberapa enzim yaitu alfa
amylase , glukosa – 6- posfat isomerase yang membantu pencernaan karbohidrat
didalam ludah.
Fruktosa
merupakan karbohidrat disakarida yang banyak
ditemukan dalam buah-buahan , madu dan lebih manis dari glukosa memiliki rasa
manis dapat dirasakan oleh tepi depan
lidah . Fruktosa dapat larut
dalam cairan ludah yang mengandung elektrolit dan senzim amylase . Zat yang
larut ditangkap oleh saraf-saraf sensorik dan ditansmisikan ke otak sehingga
otak memberikan respon kelidah bahwa rasanya manis.
4. Bagaimana kerja oksitosin berkaitan dengan hubungan oksitosin dengan gelombang alfa dan teta di
otak dan syaraf ?
Jawab
:
Oksitosin
adalah hormone protein yang di produksi di hipotalamus ( di otak ) dan disimpan
di dalam kelenjar ptuitari ( di dasar otak ) . Melalui kelenjar ini hormone
oksitosin dilepaskan secara langsung ke
dalam darah atau bagian lain dari otak dan sumsung tulang belakang. Oksitosin
memainkan peranan penting dalam siklus reproduksi wanita, pada saat menstruasi
oksitosin memegang peranan untuk menyebabkan kontraksi uterus yang mengarah
pada pelepasan dan pengeluaran lapisan rahim , kemampuan menyebabkan kontraksi
uterus inilah yang membuat oksitosin
memiliki penanan penting dalam proses persalinan. Selain itu oksitosin juga memiliki peranan
dalam masalah stress manusia.
Gelombang
otak adalah gelombang listrik yang di keluarkan oleh neuron dalam otak.
Gelombang otak terbagi menjadi gelombang alpha , bheta, theta dan dhelta .
Gelombang alfa berperan dalam
kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar dan
sehat. Gelombang theta adalah gelombang yang lebih lambat muncul
saat kita bermimpi pada tidur ringan. Dihubungkan dengan pelepasan stress dan
pengingatan kembali memori yang telah lama.
Berkaitan
dengan hubungan oksitosin dan gelombang otak . Oksitosin adalan hormone yang
memiliki efek neurohypophysial antianxiethy yang membantu dalam relaksasi dan
mengurangi tekanan darah. Hal ini meningkatkan ambang nyeri dan juga
meningkatkan pertumbuhan dan penyembuhan. Dalam keadaan stress atau tengang
adalah gelombang theta yang muncul lebih banyak dan hal ini jumlah produksi
hormone oksitosin berkurang atau jika dalam konsisi lebih lagi, seperti takut,
maka oksitosin tidak diproduksi sama sekali. Itu sebabnya dalam proses
kelahiran dokter memberikan suntikan oksitosin.
Jumlah
hormone oksitosin yang cukuo memberikan perasaan lebih relaks dan nyaman pada
seseorang sehingga dalam keadaan tersebut lebih mendominasi kemunculan
gelombang alfa di otak serta mengatasi rasa takut.
5. Bagaimana sifat basa dapat dihasilkan
dari gugus oh pada sakarida. Jelaskan
berdasarkan konsep asam basa ?
Jawab
:
Karbohidrat adalah senyawa organik netral yang berupa
polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton dengan rumus empiris cx(h2o)n
dengan ketentuan sebagian besar nilai n sama dengan 3 atau lebih. Selain unsur
c, h, dan o ada juga yanng karbohidrat yang mempunyai unsur lain berupa fosfor
(p), nitrogen (n), atau sulfur (s). Bentuk polihidroksi aldehida disebut juga
aldosa dan polihidroksi keton dinamakan ketosa. Kedua bentuk karbohidrat
tersebut dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu: (1) gula yang terdiri
dari monosakarida dan oligosakarida. (2) non-gula yang terdiri dari
polisakarida dan karbohidrat kompleks.
Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk
dari monomer-monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa dengan rumus molekul c12h22o11. senyawa ini dikenal sebagai sumber nutrisi serta dibentuk oleh tumbuhan, tidak
oleh organisme lain seperti hewan penambahan sukrosa dalam media berfungsi
sebagai sumber karbon.
Struktur dua monosakirada bergabung membentuk
disakarida yaitu sukrosa

Berdasarkan konsep asam basa brownsted-lowry ketika sebuah
senyawa yang berperilaku seperti asam mendonorkan proton, haruslah terdapat
basa yang menerima proton tersebut. Basa konjugat adalah ion atau molekul yang dihasilkan
setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugat adalah spesi yang
dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversibel dan
dapat berjalan terbalik maupun ke depan. Dan pada gambar diatas fruktosa
tersebut memiliki gugus oh- yang bersifat basa dan dapat menarik
asam (gugus h+ ) pada glukosa membentuk sukrosa.