Selasa, 15 Juli 2014

UJIAN KIMIA ANORGANIK II

UAS Kimia organik ii

Nama : Lisa Purnama

NIM : a1c112014



1.    Jelaskan bagaimana terbentuknya ikatan rangkap tiga pada lemak tak jenuh ?

 

Jawab :

Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya.  Contohnya yaitu asam oleat :


Kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada lemak tak jenuh dapat dilihat dari reaksi halogenasi berikut:


Reaksi halogenasi merupakan proses dimana pemasukan halogen ke dalam senyawa organik. Br   adalah  nukleofil yang dapat menyerang c yang bermuatan positif pada ikatan rangkap. Sehingga elekton pada karbon berpindah posisi sehingga ikatan h terlepas dan berikatan dengan br yang lain. Sehingga terjadi reaksi substitusi dan produknya karena reaksi halogenasi dapat berlangsung secara adisi maupun subsitusi.

 

Ikatan rangkap 3pada asam lemak tak jenuh akan terbentuk jika direaksikan oleh senyawa halogen yang besifat nukleofilik  supaya salah satu dari ikatan hydrogen pada ikatan rangkap dapat tersubstitusi dan atom h yang satunya dapat ditarik oleh basa kuat dan menyebabkan gugus halide menjadi gugus pergi, dengan demikian ketika basa kuat direaksikan dengan asam lemak tak jenuh maka ia akan menyerang atom br sehingga akan terputus dan memungkinkan terbentuknya ikatan rangkap 3 dikarena iakatan pada br nya telah terputus dan terjadi pertumpangan. Disini atom h yang terikat pada atm c akan mengalami ketidakstabilan karena atom c akan stabil jika memiliki 4 tangan namun disini memiliki 5 tangan.sehingga dengan demikianatom h akan di putuskan dan berikatan dengan h2o. Dan terbentuklah ikatan rangkap 

 

2.    Bagaimana sabun dapat membersihkan kotoran  / pencucian dengan media bukan air ? Atau pelarut bukan air ?

Jawab:

Deterjen dan sabun digunakan sebagai pembersih karena air murni tidak dapat menghapus atau menghilangkan kotoran pakaian/barang yang berminyak, atau terkena pengotor organik lainnya. Sabun membersihkan dengan bertindak sebagai emulsi. Pada dasarnya, sabun memungkinkan minyak dan air untuk bercampur sehingga kotoran berminyak dapat dihilangkan selama pencucian. Deterjen kemudian dikembangkan untuk mengatasi kekurangan lemak hewan dan sayuran yang digunakan untuk membuat sabun selama perang dunia i dan perang dunia ii.

 

Deterjen adalah surfaktan, yang dapat dihasilkan dengan mudah dari petrokimia. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air, pada dasarnya membuatnya lebih basah sehingga lebih mungkin untuk berinteraksi dengan minyak dan lemak. Deterjen modern mengandung lebih dari sekedar surfaktan. Produk pembersih juga mengandung enzim untuk mendegradasi protein berbasis noda, pemutih untuk penghilang warna noda dan menambah daya agen pembersih, dan pewarna biru untuk melawan penguningan.


Seperti sabun, deterjen memiliki rantai molekul hidrofobik atau rantai molekul yg tidak suka air dan komponen hidrofilik atau rantai molekul suka-air. Hidrokarbon hidrofobik yang ditolak oleh air, tapi ditarik oleh minyak dan lemak. Dengan kata lain berarti bahwa salah satu ujung molekul akan tertarik ke air, sementara sisi lain mengikat minyak. Air bersabun yang mengelilinginya (kotoran) memungkinkan sabun atau deterjen untuk menarik kotoran dari pakaian atau piring dan masuk ke dalam air bilasan untuk selanjutnya dapat dipisahkan

 

      

 

 

 

 

 

Air hangat atau panas mencairkan lemak dan minyak sehingga lebih mudah bagi sabun atau deterjen untuk melarutkan kotoran dan menariknya ke dalam air bilasan. Deterjen mirip dengan sabun, tapi mereka cenderung kurang untuk membentuk buih dan tidak dipengaruhi oleh adanya mineral dalam air (air keras)

 

Deterjen modern dapat dibuat dari petrokimia atau oleokimia yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Alkali dan agen pengoksidasi adalah juga bahan kimia yang ditemukan dalam deterjen. berikut adalah fungsi molekul ini:

Petrokimia / oleokimia

Lemak dan minyak adalah rantai hidrokarbon yang tertarik dengan kotoran berminyak dan berminyak.

Pengoksidasi
belerang trioksida, etilen oksida, dan asam sulfat adalah salah satu molekul yang digunakan untuk memproduksi komponen hidrofilik dari surfaktan. Pengoksidasi menyediakan sumber energi untuk reaksi kimia. Senyawa ini sangat reaktif dan juga bertindak sebagai pemutih.

Alkalis
kalium hidroksida dan natrium hidroksida digunakan dalam deterjen dan juga digunakan dalam pembuatan sabun. Alkali-alkali itu bertindak menyediakan ion yang bermuatan positif untuk mempromosikan reaksi kimia.

Air  adalah molekul bersifat polar yang  terdapat  ion h+ dan oh .sedangkan  asam format adalah suatu cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/menyengat, asam format dapat larut sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzena, karbon tetra klorida, toluena, serta tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana. Asam format,   (l. Formica = semut). Kemudian aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter dan lain-lain . Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat  plastik  serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. 

 

Kemungkinan  pelarut yang dapat digunakan untuk menggantikan air sebagai pelarut adalah aseton . Asam format juga dapat digunakan tetapi berbahaya untuk kulit . Aseton sering kali merupakan komponen utama (atau tunggal) dari cairan pelepas cat kuku. Etil asetat pelarut organik lainnya, kadang-kadang juga digunakan. Aseton juga digunakan sebagai pelepas lem super . Ia juga dapat digunakan untuk mengencerkan dan membersihkan resin kaca serat dan epoksi. Ia dapat melarutkan berbagai macam plastik dan serat sintetis.ia sangat baik digunakan untuk mengencerkan resin kaca serat, membersihkan peralatan kaca gelas, dan melarutkan resin epoksi dan lem super sebelum mengeras.selain itu, aseton sangatlah efektif ketika digunakan sebagai cairan pembersih dalam mengatasi tinta permanen. Aseton , juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana. Pelarut -ini dapat digunakan berdasarkan jenis kotoran yang menempel pada pakaian. Namun jika ada pelarut yanh lebih mudah  digunakan dengan harga terjangkau dan tidak berbahaya  lebih baik kita menggunakan yang demikian saja. 

 

3.    Bagaimana kerja indra pengecap sehingga cita rasa manis dapat dirasa manis ? Enzim apa yang mempengaruhi ? Contohnya fruktosa.

Jawab :

Pada lidah terdapat rambut-rambut sensor menyembul dari sel-sel ke pori sentral tunas pengecap . Pada bagian ini rambut-rambut sensori terendam  dalam zat kimia  yang terlarut dalam air ludah manusia . Air ludah mengandung senyawa elektrolit dan beberapa enzim , lebih banyak yaitu enzim amylase yang berfungsi pada hidrolisis karbohidrat . Zat-zat yang terlarut dalam ludah itu akan dideteksi  oleh sensor ini sehingga dapat dibedakan baik itu manis, asam,  asin maupun pahit. 

 

Pada lidah terdapat kemoreseptor yang dapat merespon rasa asin, asam pahit dan manis.  Kemoreseptor ini berfungsi untuk menangkap rangsangan  yang bersifat senyawa kimia larut dalam air. Bagian – bagian lidah yang berfungsi sebagai kemoreseptor adalah  : bagian tepi depan merasakan manis, belakang merasakan pahit, samping merasakan asam dan bagian depan merasakan asin.


Agar suatu zat terasakan zat tersebut harus larut dalam lelembapan mulut .  Hanya dalam keadaan larutan zat itu dapat menstimulasikan rasa. Lidah dilengkapi dengan serabut saraf-saraf sensorik yang dilengkapi dengan ujung akhir , untuk mengumpulkan ransangan .  Memang terlihat bahwa seolah-olah kita mengecap dengan ujung saraf pada lidah.  Tetapi sebenarnya otak yang menilai semua perasaan itu. Di dalam mulut ada kelenjar ludah atau kita sebut dengan air liur yaiut cairan bening yang mengandung elektrolit, senyawa antibakteri, dan beberapa enzim yaitu alfa amylase , glukosa – 6- posfat isomerase yang membantu pencernaan karbohidrat didalam ludah. 

 

Fruktosa merupakan karbohidrat disakarida yang  banyak ditemukan dalam buah-buahan , madu dan lebih manis dari glukosa memiliki rasa manis dapat dirasakan oleh tepi depan  lidah .  Fruktosa dapat larut dalam cairan ludah yang mengandung elektrolit dan senzim amylase . Zat yang larut ditangkap oleh saraf-saraf sensorik dan ditansmisikan ke otak sehingga otak memberikan respon kelidah bahwa rasanya manis.  

 

4.    Bagaimana kerja oksitosin  berkaitan dengan hubungan  oksitosin dengan gelombang alfa dan teta di otak dan syaraf ?

Jawab :

Oksitosin adalah hormone protein yang di produksi di hipotalamus ( di otak ) dan disimpan di dalam kelenjar ptuitari ( di dasar otak ) . Melalui kelenjar ini hormone oksitosin dilepaskan secara langsung  ke dalam darah atau bagian lain dari otak dan sumsung tulang belakang. Oksitosin memainkan peranan penting dalam siklus reproduksi wanita, pada saat menstruasi oksitosin memegang peranan untuk menyebabkan kontraksi uterus yang mengarah pada pelepasan dan pengeluaran lapisan rahim , kemampuan menyebabkan kontraksi uterus  inilah yang membuat oksitosin memiliki penanan  penting dalam  proses persalinan.  Selain itu oksitosin juga memiliki peranan dalam masalah stress manusia.

 

Gelombang otak adalah gelombang listrik yang di keluarkan oleh neuron dalam otak. Gelombang otak terbagi menjadi gelombang alpha , bheta, theta dan dhelta . Gelombang alfa berperan dalam kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar dan sehat. Gelombang theta  adalah gelombang yang lebih lambat muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. 

 

Berkaitan dengan hubungan oksitosin dan gelombang otak . Oksitosin adalan hormone yang memiliki efek neurohypophysial antianxiethy yang membantu dalam relaksasi dan mengurangi tekanan darah. Hal ini meningkatkan ambang nyeri dan juga meningkatkan pertumbuhan dan penyembuhan. Dalam keadaan stress atau tengang adalah gelombang theta yang muncul lebih banyak dan hal ini jumlah produksi hormone oksitosin berkurang atau jika dalam konsisi lebih lagi, seperti takut, maka oksitosin tidak diproduksi sama sekali. Itu sebabnya dalam proses kelahiran dokter memberikan suntikan oksitosin.

Jumlah hormone oksitosin yang cukuo memberikan perasaan lebih relaks dan nyaman pada seseorang sehingga dalam keadaan tersebut lebih mendominasi kemunculan gelombang alfa di otak serta mengatasi rasa takut. 

 

5.    Bagaimana sifat basa dapat dihasilkan dari gugus oh  pada sakarida. Jelaskan berdasarkan konsep asam basa ?

Jawab :

Karbohidrat adalah senyawa organik netral yang berupa polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton dengan rumus empiris cx(h2o)n dengan ketentuan sebagian besar nilai n sama dengan 3 atau lebih. Selain unsur c, h, dan o ada juga yanng karbohidrat yang mempunyai unsur lain berupa fosfor (p), nitrogen (n), atau sulfur (s). Bentuk polihidroksi aldehida disebut juga aldosa dan polihidroksi keton dinamakan ketosa. Kedua bentuk karbohidrat tersebut dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu: (1) gula yang terdiri dari monosakarida dan oligosakarida. (2) non-gula yang terdiri dari polisakarida dan karbohidrat kompleks. 

 

Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa dengan rumus molekul c12h22o11. senyawa ini dikenal sebagai sumber nutrisi serta dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme lain seperti hewan penambahan sukrosa dalam media berfungsi sebagai sumber karbon.

Struktur dua monosakirada bergabung membentuk disakarida yaitu sukrosa


Berdasarkan konsep asam basa brownsted-lowry ketika sebuah senyawa yang berperilaku seperti asam mendonorkan proton, haruslah terdapat basa yang menerima proton tersebut. Basa konjugat adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugat adalah spesi yang dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversibel dan dapat berjalan terbalik maupun ke depan. Dan pada gambar diatas fruktosa tersebut memiliki gugus oh- yang bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus h+ ) pada glukosa membentuk sukrosa.